Karakteristik Masyarakat Desa

Posted by

Karakteristik Masyarakat Desa - Tingkah laku atau pola sikap seseorang atau kelompok masyarakat banyak di pengaruhi oleh bermacam faktor, antara lain faktor lingkungan hidup, baik lingkungan alami maupun lingkungan sosial, faktor keturunan dan pengalaman serta tingkat pendidikan dan pengetahuan yang di perolehnya.

Lingkungan alami sebagai lingkungan hidup manusia yang sangat bervariasi kondisi dan letak geografinya, turut memberikan warna pada watak masyarakatnya, misalnya sekelompok orang yang hidup dengan lingkungan alam yang asri dan hijau dengan udara yang segar biasanya mempunyai kebiasan dan watak yang ramah.

Desa dan masyarakat terbentuk dengan sejarah masing-masing melalui kurun waktu yang sangat panjang dan kondisi lingkungan hidup yang alami yang bervariasi. Dengan demikian sangatlah sulit untuk menunjukan karakteristik masyarakat sebuah desa.

Sanapiah Faisal (198:12-13) memberikan beberapa ciri khusus untuk masyarakat desa, diantaranya adalah :

A. Masyarakat Keluarga

Masyarakat keluarga bisa juga di katakan  sebagai suatu masyarakat paguyuban yang di tandai dengan :
  1. Saling mengenal dengan baik antara warga yang satu dengan warga masyarakat yang lainnya,
  2. Memiliki keintiman yang tinggi di kalangan warganya,
  3. Memiliki rasa persaudaraan dan persekutuan yang tinggi,
  4. Memiliki jalinan emosional yang kuat di kalangan warganya,
  5. Saling membantu dan menolong atas dasar kekeluargaan.

B. Masyarakat Paternalistik

Masyarakat desa di katakan sebagai masyarakat paternalistik karena dapat di lihat dari watak anak-anak dan remaja. Mereka lebih terbiasa untuk menerima atau pasrah terhadap keputusan atau apaun yang menjadi keinginan orang tuanya. Dalam interaksi sosial mereka akan merasa sangat bersalah jika menentantang apa yang di inginkann orang tuanya. 

Kuatnya ikatan antara manusia dan alam mendasari ikesatuan masyarakat dan pemerintah desa. Ikatan ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat desa. Misalnya masih ada sebagian masyarakat yang masih memiliki kepercayaan kepada ruh yang mendiami suatu benda (animisme).

Orang desa sselalu memperhatikan gerak benda-benda di alam ini. Misalnya mereka masih mempercayai primbon (kitab berisi ramalan). Primbon ini merupakan hasil kebudayaan nenek moyang terhadap analisa alam dan efeknya pada masyarakiat, tetapi kadang sebagian masyarakat menganggapnya tahayyul.






Tingkat Perkembangan Desa

Desa yang kita idamkan adalah tipe desa yang paling berkualitas dalam menunjang pemanfaatan sumber daya alam yang ada di desa. Secara kualitatif, tipe desa berdasarkan kemampuan mengelola sumberdayanya dapat di klasifikasikan ke dalam tiga tingkatan, yaitu :
  1. Desa Swadaya, desa yang belum mampu mandiri dalam penyelenggaraan urusan rumah tangga sendiri. Administrasi belum terselenggara dengan baik dan LPM belum berfungsi secara optimal dalam meggerakan dan mengorganisir peran serta masyarakat dalam pembangunan desa secara terpadu,
  2. Desa Swakarya, setingkat lebih tinggi di atas desa swadaya. Desa ini mulai mampu untuk menyelenggarakan urusan rumah tangga sendiri. Administrasi desa sudah terselenggara dengan cukup baik. LPM cukup berfungsi dalam mengorganisir dan menggerakann peran serta masyarakat dalam pembangunan desa.
  3. Desa Swasembada, setingkat lebih tinggi di atas desa swakarya. Desa ini lebih mampu dalam penyelenggaraan rumah tangga desanya. Administrasi desa sudah terselenggara dengan baik dan LPM sudah sangat berfungsi dalam menggerakan dan mengorganisir peran serta masyarakat dalam pembangunan desa secara terpadu.    

Bersambung.....
   


Blog, Updated at: 17.52

0 komentar:

Posting Komentar